.
SELAMAT DATANG DI FORUM PENGKAJIAN TAUHID PEMATANG SIANTAR, SILAHKAN REGISTER TERLEBIH DAHULU DGN KLIK TOMBOL REGISTER DI SIDEBAR META BAWAH SEBELAH KANAN
Nov 12
Share Button

Dalam memahami rukun Iman yang pertama ini, memerlukan kedalaman pemahaman & analisa yang sempurna, jika tidak, maka tingkat pemahaman tentang iman kepada Allah hanya sebatas teori yang sifatnya mengambang. Secara esensi hal itu memiliki pengertian sebagai berikut :

1- Iman Pada Zat-Nya

2- Iman Pada Sipat-Nya

3- Iman Pada Asma-Nya

4- Iman Pada Af’al-Nya

Penjelasan :

1- Iman kepada Af’al-Nya

Apakah itu Iman??

Apakah itu Af’al??

Kata Iman sebenarnya kata yang sudah tidak asing lagi bagi setiap muslim, kata Iman ini berasal dr bahasa arab yang memiliki arti mempercayai atau keprcayaan yang terkait dengan rasa & perasaan diri.  Sedangkan Kata “Af’al” itu juga berasal dari bahasa arab yang artinya perbuatan, artinya Af’al merupakan kata yang memiliki makna perbuatan.

Dalam mengimani Allah, kita wajib juga hukumnya untuk mengimani bahwa sesungguhnya Allah memiliki Af’al {perbuatan}, artinya bahwa apa yang terjadi di alam ini, itu semua atas kehendak perbuatan-Nya. Semilirnya angin disetiap waktu, berkicaunya burung, berputarnya waktu pagi, siang & malam, itu adalah karena Af’al-Nya.

Pemahaman terhadap Af’al ini dapat disimpulkan menjadi 2 kategori :

A- Pemahaman syari’at.

Dikalangan orang-orang syari’at, bahwa semua yang terjadi dialami ini,  baik buruk, suka duka, kaya miskin dan lain sebagainya adalah tidak lain karena kehendaknya. ketika pemahaman syari’at ini sudah sempurna dipahami dengan segala bentuk argumentasi, baik secara aqliya maupun syar’iyah, maka tentunya akan datang dengan izin-Nya pemahaman yang diatasnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah :

إن الله خلقـكم ومـا تعـملـون

Artinya :

Sesungguh Allah yang menciptakkan kamu semua dan apa yang telah kamu perbuat.

Pemahaman syari’at tentang adanya af’al ini, terbatasi oleh keterbatasan hukum aqliyah & syari’yah, artinya apa yang dapat dicerna oleh akal & termaktub didalam al qur’an saja , sehingga dalam hal tertentu yang terjadi pada diri manusia diluar logika akal, menurut pemahaman ini akan selalu di kategorikan dengan pemahaman yang berakhir dengan kata musyrik & lain sebagainya.

Segi Pembuktian :

Sebagai pembuktian adanya af’al Allah oleh golongan yang bercorak syari’at hanya berdasarkan data syari’at & data aqliyah saja, seperti adanya alam ini , langit, bumi, manuisa, hewan dan lain sebagainya itu semua sebagai bukti adanya Af’al-Nya yang terexpresi dalam bentuk Iman

 

B- Pemahaman Esensial.

Untuk mengimani adanya perbuatan Tuhan,  secara esensial (hakikat) bukan hanya dapat dibuktikan dengan berdasarkan data syariat, akan tetapi lebih dari itu dapat ditunjukkan oleh adanya rasa yang lahir dari dalam diri, terlebih-lebih hal yang terjadi pada perbuatan hamba. Akan tetapi hal ini jarang sekali dimengerti oleh kebanyakan manusia, sebab persoalan rasa atau lebih tepatnya merasakan adanya “Ap’al” Tuhan, dapat dibukti dengan segala rasa yang menguasai diri tentang munculnya perbuatan itu sendiri.

Segi pembuktian :

Bagi golongan yang bercorak hakikat, ketika membutkikan adanya af’al ini, mereka dapat membuktikannya dengan rasa yang lahir didalam diri, bahwa Dia selalu berbuat disetiap waktu, ketika hamba dapat menggerakan tangannya, mereka meyakini bahwa itu adalah karena af’al-Nya Allah, begitu juga ketika hamba berkata-kata dan lain sebagainya. Rasa ini di exprseikan dalam bentuk Ihsan.

———————————————————————–

Dalil tentang ada rukun iman ini adalah Al Qur’an & Al Hadist, diantaranya adalah surat an Nisa: 136 & Hadist Imam Muslim yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Iman Kepada Allah
Reviewed by admin on
Rating: 4.5

written by admin \\ tags: , ,


Leave a Reply